Senin, 2009 Mei 04

Batam Pulau Surga yang terlupa


Batam Pulau Surga yang terlupa


Pengaruh budaya melayu tidak begitu kental mewarnai pulau ini,seperti ciri khas daerah pesisir indonesia dikelilingi beberapa pantai nan indah dengan pulau pulau kecil menambah nuansa Indonesia dengan beribu pulau semakin jelas.Meski sudah sulit menemukan ciri khas bangunan melayu di kepulauan ini,karena bangunan sekitar pesisir sudah tergantikan dengan hotel berkelas bintang lima membuat nuansa melayu hilang menjadi melayu modern.namun tak memupus keindahan alami alam Indonesia.
Symbol batam dengan Jembatan barelang yang sekilas terlihat seperti modern nya jembatan jembatan di luar Negara,adalah hasil karya anak bangsa kita yang tak kalah pintar, yang konon katanya Jembatan ini di prakarsai oleh BJ Habibie anak bangsa yang pernah menjabat wakil presiden dan presiden sementara, serta DAM yang terlihat justru menjadi lebih indah bak danau toba , atau bahkan sebuah bukit yang selalu bisa membuat kita tersenyum karena keindahan yang maha dahsyat jika kita berdiam di atas bukit menatap indahnya malam kota batam…atau pantai melayu, pantai alami yang terlihat seperti pantai buatan di Ancol Jakarta, tanpa ombak yang menderu dengan aman bisa menikmati kolam renang terluas dan terbebas, atau bahkan sebuah bangunan tua yang kita bisa jadikan monument nasional tentang sejarah warga Vietnam yang kita selamatkan dari amukan peperangan.
Hmmm masih banyak lagi yang seharusnya warga batam banggakan dan pemerintah batam kembangkan.
Seperti sebuah surga yang terlupa, Batam hanya terkenal dengan kegersangan karena membiarkan lahan dijadikan beberapa lahan pabrik , tanpa kita perhatikan sekeliling batam adalah objek wisata yang bisa di expose terutama keindahan pantai dan hutan wisata yang seharusnya bisa kita combine dengan nuansa “safari puncak dan safari Singapore”.Sebagai sumber income pemerintah Batam, lalu kemanakah ide ide cemerlang penuh nuansa seni tinggi itu menghilang di benak para petinggi pemerintah Batam ?
Pernahkah terbersit pemerintah Batam untuk menjadikan batam sebuah pulau surga dengan nuansa “merger” antara Bali dan Jakarta ? Menjadikan Batam sebuah pulau yang tidak hanya kaya akan indutri namun kaya akan alam yang indah, dan pernahkah pemerintah Batam menjadikan setiap pantai adalah pantai bertarap pantai kunjungan wisatawan asing ?
Indah nya Mirota, serta pulau kecil di sebrang mirota kawasan barelang seharusnya harus lebih indah dari legian bali, atau pulau putri yang berada di seputar nongsa bisa dijadikan bak “pulauseribu” nya Jakarta yang berada di batam ?
Batam…..seperti surga yang terlupa, yang memiliki potensi bak pulau dewata dalam keindahan alam nya, semoga pemerintah batam berhenti sekedar melirik potensi keindahan alam , namum melihat dengan mata terbuka lebar dan memulai membangun pulau Batam sebagai pulau wisata yang terkenal di dunia internasional.Tidak kah terbersit bagi pemerinta Batam bahwa tidak hanya pengusaha asing tertarik pada insutri kita, namun juga tertarik dengan keindahan alam dan segala potensinyayo mari bangun Batam ….. Bak Surga yang “tak pernah” terlupa. Read More..

Jumat, 2009 April 24

Nagoya Hill... image metropolis-nya Batam


Batam ?



Pertama dalam benak saya mendengar nama pulau ini adalah suasana yang gersang dan jauh dari keramaian hanya pabrik pabrik milik perusahaan Asing yang "nebeng" beroperasi di negara Indonesia tercinta inilah yang ada dalam bayangan.Lalu....
Pertama kali menginjakan kaki di pulau ini tepat di Bulan Oktober 2008, hmmmm suasana tidak seperti yang di bayangkan, dengan Bandara berstatus internasional sebagai gerbang lalu lintas udara, dan menelusuri jalanan yang kalau sekilas saya bisa salah menerka, bahwa jalan sepanjang bandara adalah jalan TOL bebas hambatan.... namun tenyata adalah jalan utama biasa dan belum pula terdapat jalan TOL, karena menurut pengamatan saya sebagai "warga baru" di Batam, belum perlu batam memiliki jalan TOL tersendiri, semua masih lengang, teratur , tertata dan rapi juga bersih.

Perasaan bahwa pulau ini mengatakan "you are the most welcome ..." terasa di hati...dan ingin rasanya mengatakan " lovely to see u Batam island..." adalah saat menikmati perjalanan dari arah bandara menuju perkantoran baruku di SEKUPANG.... indahnya perjalanan tanpa hambatan dan kemacetan, dan pembangunan kota yang terlihat dalam penataan.

bagi kami yang jauh dari Batam hal yang terkenal di kota batam adalah sebuah MALL yang bernamakan NAGOYA dan terkenal dengan NAGOYA HILL, gemerlapnya lampu malam Mall tersebut menyemarakkan suasana malam menjadi terasa lebih hidup, beberapa orang asing (yang sulit saya bedakan antara TURIS dan KARYAWAN IMPORT) serta beberapa anak muda yang bergaya trendy tak jauh beda dengan mall mall yang berada di ibu kota .

Saya melihat bahwa BATAM adalah pulau yang berkembang dengan pesat, di awali dengan terkenalnya sebuah MALL megah yang menjadikan BATAM mempunyai gerbang dan image metropolis dengan beberapa fasilitas modern terdapat di dalam nya sudah tentu mengundang para tamu asing atau domestik untuk dapat menikmati keaneka ragaman suasana di pulau ini, dari VILLAGE style sampai METROPOLIS style terdapat di pulau ini...

lalu coba anda tanya kepada rekan yang berada jauh dari Pulau Batam...

Apa yang diketahui tentang Batam ?

"Oh... Nagoya Hill nya itu loh.... "

hmmmmm, ada yang kita petik dari makna nama mall tersebut....
makna yang sangat mengagungkan sifat "kemelayuan" dan "ketawadhuan orang timur". bahwa mengambil hikmah dari penderitaan dan ujian, Hikmah yang diambil dari hasil penjajahan jepang terhadap Indonesia dengan mengambil nama NAGOYA bukan sebagai nama monumen karena peperangan dan penjajahan pengingat kesedihan dan perjuangan, tapi nama sebuah MALL yang penuh kesukacitaan dan keramaian yang diminati banyak orang sebagai sarana hiburan dan pemenuhan kebutuhan dengan fasilitas yang tersedia....

Welcome to Batam , welcome to Nagoya Hill...
Read More..

Kamis, 2009 Februari 26

Maafkan Mama ya Lief.....

Pagi tadi... Batam, legenda bali 26 Februari 2009,terbangun ku dalam terangnya pagi...Alias terlambat.... sholat Subuh atau Dhuha pun sudah tidak ada beda jadinya ;)

bergegas ku lihat Ezra sedang asyik memainkan handphone baru yang dibelikan om Dik kemarin sore.Kubuatkan anak anak minum pagi terlebih dahulu, teh panas manis kesukaan Ezra dan susu coklat hangat kesukaan khalief.

Mandi cowboy pun dilakoni, dan berpakaian serta bebenah dalam hitungan menit pun jadi, sambil harap harap cemas(kaya judul acara di teve) menunggu jemputan kantor tiba...

Lalu tiba tiba sikecil khalief menangis meraung, menerjang barang yg ada di depan nya, dan berteriak karena sepeda dari Ka Nad, rantainya lepas...

jengkel dan marah di pagi hari menyapaku, aku mulai bernada tinggi dan mengeluarkan urat leher "memarahi" nya...senjata pamungkas pun di ucapkan..... saat khalief memelukku dengan erat " mama ga pulang saja nanti kalau kalief cengeng" , seolah tak rela aku menunaikan tugas bekerja mencari nafkah menggantikan tugas sang ayahanda ....semakin marah saat dia menarik narik baju dan tas ku untuk tetap tidak pergi...sementara kulihat mobil jemputan sudah bertengger di samping pos jaga sebrang jalan...

"Mama jangan pergi....mama jangan kerja...."
air matanya yg deras pun masih juga menghiasi muka nya yg bulat dan penuh.

dalam kesal aku menyebut namaNya... "Ya Allah...Astagfirullah..." amarah mulai ku redam....

Ku tanya khalief dengan baik ....

"kenapa de, mama ga boleh kerja....? nanti mama nda punya uang, kamu ga bisa jajan .... ga bisa sekolah...ga bisa main...jalan jalan..."

masih dalam tangis terisak dan mulut monyong nya dia masih memeluk ku dan bilang...

" aku mau antar mama sampai pos depan pakai sepeda..." Ya Allah.... Ya tuhan betapa aku sudah Suudzon kepada mahluk sekecil itu....
ku lupakan klakson mobil jemputan ku sibukan menciumi dan memberikan pengertian khalief, bahwa jemputan nya mama tunggu saat pulang nanti....."

ku cium dia dalam dalam dan seolah dia merasakan cinta dan maaf mamanya itu dari ciuman ku .... dia lepaskan aku dan menerawang menatap kepergian ku menuju tempat kerja..

Ya Allah...sampai detik ini, rasa bersalah itu ada...dan ingin segera pulang mencium nya dan menunggunya di depan pos menjemputku....

Maafkan mama ya de....

Salam sayang
Mama
Read More..

Sabtu, 2009 Februari 14

KYTDA... Pinkan mambo

Kekasih yang tak di anggap (Pinkan Mambo)
Aku mentari tapi tak menghangatkanmu
Aku pelangi tak memberi warna hidupmu
Aku sang bulan tak menerangi malammu
Akulah bintang yang hilang di telan kegelapan
Selalu itu yang kau ucapkan padaku
Sebagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah
Menahan setiap amarah…
Sebagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba bertahan
Kuyakin kau kan berubah…..


Ku dengar lagu ini dari mp3 yang menempel di telingaku hamper di setiap malam yang kulalui…jadi teringat…. Teman lama ku yang sekarang selalu mengingat syair ini sebagai bagian dari kehidupannya…
Dia Hanya seorang wanita pekerja biasa dengan seorang anak hasil dari perkawinan nya yang terdahulu, dan terhempas dalam kegagalan pernikahan mengirimkan nya pada sebuah cerita kehidupan yang pula bisa dikatakan membuka jendela kegagalan baru meski belum menjadi sebuah pintu kegagalan.
Perkenalannya dengan Dimas , lelaki di usia 35 tahun dan dengan kemapanan karier serta ekonomi terjebaklah dalam ikatan asmara yang masih sampai kini penuh pertentangan di zaman seperti ini, bagaimana tidak, dimas masih berstatus seorang suami dengan 1 anak dari wanita yang pula cantik, muda dan mapan…
Tak ada yang kurang dari sang istri, namun mengapa zaman selalu menjebak para lelaki untuk mengikuti jejak rosul berpoligami yang belum tentu bisa seperti yang Rosul terapkan….
Menerapkan tidak semudah melakukan…. Mereka menikah tanpa sebuah surat Negara… Surat Ijin Allah yang mereka pegang…. Entahlah…. Lidahku kelu untuk lebih dalam mengomentarinya…
Perjalanan lama yang mereka lalui dengan suka duka dan kesiapan mental seorang janda berputri satu untuk menjadi madu dari perempuan lain yang suaminya kini menjadi suami dirinya pula….sudah sangat luar biasa.
Rasa cemburu berhasil diredam dan pengakuan status yang selalu “hidden behind the scene” pun ikhlas di jalani… demi sebuah cinta…. Cinta tak pernah salah dan cinta tidak buta…. Itulah kalimat yang terucap dari lubuk hati nya yang paling dalam melalui sebuah mulut mungil nan masih merekah merah …Luar biasa….
Namun…
Semua terlihat sia sia…ketika sang istri syah secara agama dan Negara mengetahui pernikahan gelap itu…semua menjadi gelap dan tak pernah terang.
Lagu itu mewakilinya…. Menjadi seorang kekasih yang tak di anggap…. Pernikahan berikutnya pun terancam sirna di telan kejam nya jaman…
Masih sempat ku dengar kabar terakhirnya melalui email yang dia kirim…. Ada sebait doa yang sangat membuatku dilemma antara menyalahkan nya sebagai perusak keluarga atau malah mendukungnya untuk mempertahankan pernikahan di atas pernikahan…entah lah…
Namun aku berdiri atas nama seorang sahabat dan seorang wanita yang merasakan menjadi keduanya…
Meresapi doa yang dia panjatkan…
Ya allah tunjukan lah kuasamu melalui ayatmu kepada suami kami….” bahwa dijadikanNya istri istri mu dari jenis kamu sendiri agar mereka nyaman tentram bersamamu…”betapa aku ingin nyaman bersama nya meski harus ku berbagi segalanya dengan yang lain… yang juga ibu dari anak suamiku…. Ku ikhlaskan semua dijalani….
Subhanallah…. Kubaca berkali kali kalimat terakhir dalam mail itu…. Semakin ku mengerti arti hidup, kehidupan, cinta dan percintaan, kasih dan mengasihi….
Semoga Dimas selalu ada bagi mereka …. “istri dan istri”… tidak hanya salah satu…. Karena satu dari mereka adalah sahabatku dan satu dari mereka adalah kaumku…
Semoga poligami itu indah di jaman sekejam ini….Sahabat…. kau pantas untuk sebuah bahagia itu…

Salam sayang untuk Nadya…
Read More..

Rabu, 2009 Januari 07

Di malam 10 Muharam 1429


Batam ,10 Muharam 1429, 7 Januari 2009. ---00:17---
Assalamu’alaikum……
Sore tadi rumah terlihat sepi tanpa kedua bocah “ku” yang biasanya menyambut kepulanganku dari tempat kerja… ku tunggu lama mereka belum juga tiba, adik ku bilang….mereka di undang mesjid dalam rangka 10 muharam, yang terlintas dibenakku adalah anak anak akan mendapatkan ilmu agama dan aqidah tentang “jurus jurus” jitu melewati keseharian dengan status yatim menjadi anak yang sholeh / sholehah….
Jam 10 malam tepat…. Mereka berhamburan datang dengan teriakan khas nya “mamaaaaa…..” satu persatu menciumi ku dengan penuh bahagia, kulihat di tangan nya banyak “barang bawaan” acara tersebut…
Beras, mie dan makanan kecil kesukaan anak anak, serta satu “kantung kresek” hitam semua berisi amplop… Subhanallah…. Anak anakku datang untuk merayakan acara hari raya anak yatim dengan mengantri disantuni banyak orang yang menjalankan sunah Rosul dan amanah Rosul terhadap anak yatim…
Ku hitung jumlah amplot didalam nya….Subhanallah (lagi) ada lebih dari 30 amplop….
Belum sempat ku buka amplop tersebut, air mata sudah menggenang dan berjatuhan …entah rasa apa yang ada di benakku… aku ingin anak anakku meski menyandang status yatim tetaplah mereka yang ada “diatas” atau “pemberi” namun ternyata itulah rejeki anak anakku, tak boleh aku menolak rejeki atau pun menghalangi hak anak yatim meski anak anakku sendiri…
Kembali ku teringat masa 4 tahun lalu, sewaktu mendiang ayahnya masih hidup, setiap tgl 10 muharam kami selalu menyempatkan diri berada dip anti asuhan, atau bahkan saat merayakan pergantian tahun atau merayakan ulang tahun , kami selalu berbagi dipanti asuhan…
Namun siapa sangka, sekarang anak anakku lah yang berstatus “yatim” itu….Namun bagaimanapun itu, aku tetap bersyukur kepada Allah akan nikmat hidup dan kemudahan rejeki yang telah Allah kirim kepada kami.
Bukan status itu yang ku sedih kan… namun sedih dan masih terasa ada luka di dada jika melihat wajah anak anak ku yang dulu tak pernah kubayangkan akan hidup tanpa ayahnya….betapa besar cinta yang ku punya untuk mereka, betapa ingin kuhadirkan “kesempurnaan” keluarga utuh untuk mereka…
Namun Allah berkehendak lain…
Malam ini, ku merenungi malam yang entah berantah perasaanku bercampur aduk, haru, bahagia, sedih, semua menjadi satu…
Kusimpan lembaran amplop amplop tersebut dan ku yakin suatu saat nanti mereka akan membutuhkannya…
Doaku di malam hening ini…
“Ya Allah… panjangkan umur ku, sehatkan badanku, jernihkan hati dan fikiranku, luruskan jalanku, agar dapat tetap berdiri kokoh kuat dan tegar menjadi pendamping anak anak yatim ku , mengantarkan mereka menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, terutama agama dan keluarga…..”
Dan pesan doa terindah ku untuk dia di sana..
Kami, mencintaimu dengan sepenuh hati, ada atau tiadanya raga itu, tak merubah cinta yang kami punya.
Semoga Allah memberi rahmat bagi mereka yang mencintai anak yatim dan memberi berkah kepada anak yatim untuk selalu berada dijalan Mu ya Robb…
Wassalam,

Salam cinta dari mama eza dan khalief
Read More..

Kamis, 2008 Desember 18

Anak Belajar....


ANAK BELAJAR

Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, dia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, dia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, dia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, dia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, dia belajar mendengki
Jika anak dibesarkan dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, dia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan ketekunan, dia belajar menghadapi tantangan
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, dia belajar mengenali diri
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, dia belajar dermawan
Jika anak dibesarkan dengan jujur & terbuka, dia belajar kebenaran & keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, dia belajar temukan cinta dalam hidup
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, dia belajar berdamai dengan pikiran


Sekilas terlihat begitu simple dari bait bait petuah diatas, akan tetapi …. Beberapa item pepatah diatas sudah ku praktekan dalam mendidik anak dan beberapa hal pula berhasil hanya dalam hitungan dibawah 5 tahun…
Khalif anak kedua ku, tumbuh lebih dominan dengan penuh “dorongan” alhasil percaya diri menjadi bagian dia dalam mengarungi pergaulan dengan sebaya nya yang masih di bawah uur 5 tahun, bahkan dia tidak pernah kesulitan meski bergaul dengan usia yang jauh di atas nya .
Ezra si sulung kudidik lebih dominan dengan “ rasa aman” yang sangat luar biasa yang dulu ayahnya pupuk, alhasil dia tumbuh dengan menaruh percaya kepada sekelilingnya, kepada teman atau siapapun…

Hmmm memiliki anak adalah anugerah terindah bagi setiap pasangan di dunia ini, ibarat Tuhan mengirimkan selembar kertas kosong yang diminta oleh kita untuk dijadikan media menggambar indah dengan warna yang penuh arti dan cantik untuk di nikmati siapapun yang melihat nya…

Meski beberapa hari terakhir, aku lebih sering memupuk rasa khawatir di diri sendiri akan keadaan anak anak ku, setiap kali tertidur selalu ku perhatikan baik baik gerak dada nya sebagai tanda nafas teratur, atau ku lihat semua badan nya hanya memastikan bahwa anak anak ku tidak kurang satupun atau tidak sedang mendekati sakit…

Ya Tuhan, buang jauh jauh rasa khawatir yang berlebihan , aku tahu KAU maha penjaga, KAU maha pemelihara, dan KAU maha pemurah… Ya Allah, jaga dan pelihara lah anak anak ku dari semua marabahaya dan dari fitnah disekeliling hidup nya, murahkan lah ijinmu untuk selalu memberikan kesehatan dan keselamatan bagi mereka…
Ya Allah… betapa kaya nya aku KAU jadikan di dunia ini, dengan hadirnya mereka harta tak ternilai yang pernah tertanam di badan dan jiwa ku…dan akan dalam seumur hidupku…

Ada dan Tiada nya aku, jagalah mereka seperti KAU menjaga dunia ini untuk selalu berputar seiring waktu tanpa pernah memungkiri perputaran malam dan siangMu…

Luruskan jalan mereka, Bersihkan Jiwa mereka, Tulus kan niat mereka, Sucikan hati mereka….

Amien Amien Ya Robbal Alamien…

Untuk Ezra Taufiqurrahman dan Ircham Khalif.

Salam cium serta untuk :
Ilham,Shanon,Khanza,Anggun,Akhdan,Zufar,Syahla,Alief,Aqiela,Ajeng,Intan,Anissa,Rafi dan Raihan…

“Mama Rosse” Read More..

Senin, 2008 Desember 15

Kun Fa Ya Kun...

Jam sudah menunjukan tengah malam namun kantuk itu belum menjemput malamku, mencoba mengisi malam dengan menyelesaikan beberapa pekerjaan kantorpun mulai membuatku jenuh lalu beranjak dari tempat duduk dan mengecek keadaan anak anak ku yang sudah tertidur pulas….

lega dan bahagia melihat mereka bernafas sempurna dengan wajah tenang serta kulihat pipi mereka mulai “membengkak” ,setelah perpisahan sementara karena tugas kerja membuat mereka sulit menikmati hidangan yang bukan aku ibunya yang memasukan nasi ke mulut mereka.anak anak…tetap anak anak…. Senyum syukurku kepada karunia Illahi rabbi yang telah mengirim mereka sebagai anugerah tak terkira.

Ku coba mencari saluran televisi yang menarik untuk di tonton…semua bagiku tak menarik bukan karena acaranya tapi ternyata antenna televisi di rumah yang masih tidak sempat kubetulkan…. Semua acara lebih di dominasi oleh semut semut televise alias “bures” kalau menggunakan istilah jawa …
Namun tetap kulanjutkan melihat sebuah acara yang di mulai dengan adegan seorang wanita sunda dengan suami jawa yang sangat mengutamakan kesopanan dan tepo seliro dalam berumah tangga…
Jadi ingat dulu kami berumah tangga… hmmmmm
niat melihat saja acara berubah menjadi niat menonton ….

Pemeran utama sang aktris cantik dengan wajah melankolis, sutradara yang hebat dalam memilih peran.Istri binangkit (istilah sunda) tepat ada di wajah Deasy Ratnasari.Kesopanannya terhadap suami meski dalam keadaan miskin membuat kita semua sebagai para istri mungkin malu dengan melihat dan memaknai adegan demi adegan film tersebut.kelembutannya kepada kedua anak nya di film itu merupakan sebuah contoh dan tauladan bagi semua ibu Indonesia untuk mengikuti cara membesarkan anak dengan kelembutan.Bahkan dalam keadaan serba susah dan kekuranga masih diutamakan memohon doa agar sang anak rajin beribadah… dan sang suami di beri kelapangan dalam ikhlas menjalani hari,bukan pula meminta rezeki yang diutamakan…Subhanallah…apa masih ada kehidupan nyata seperti di cerita itu ?
Disaat kesusahan semakin nyata dengan jualan kaca sang suami yang tak juga laku di cerita itu membuat kita yang menontonpun terhanyut dalam cerita dan mungkin akan sempat menghujat sutradara atau mungkin menghujat Tuhan bahwa Apa benar Tuhan tidak memperhatikan umatnya yang susah namun begitu ikhlas dalam beribadah dan berdoa :
Astagfirullah….”Jangan pernah putus harapan pada rahmat Allah”kalimat yang keluar dari mulut sang Deasy ratasari saat memberikan semangat sang suami mencari rejeki…
Hanya Allah yang bisa menghapus dosa dan kesulitan kita dengan sebait doa…. Hamba lelah hamba letih namun hamba tidak boleh berhenti berusaha dan hanya memohon pertolongan Mu…

Kalimat ini pula lah yang sempat menghentakan relung hati ku yan terdalam akan Kuasa Nya…
Betapa beruntungnya seorang aku dengan kemudahan pekerjaan dan kemudahan rejeki serta tenaga sehat dengan kesempurnaan anak anak ku.
Tersadar akan makna kehidupan yang Tuhan kirim kepada ku, scenario nya begitu indah mengisi alur cerita hidupku…dalam senang ku terlena dan dalam susah ku terhanyut…Ampuni Hamba yang hampir gamang akan keyakinan pertolongan MU…
Ampuni hamba yang hampir tidak sadar semua rencana sempurna Mu yang tidak pernah ku ketahui makna nya ternyata adalah anugerah dalam pembelajaran hidup.
Semua cerita terlihat klise namun unik. Berakhir dengan kebahagiaan dan kesuksesan, dari kesusahan yang jelas nyata dan seperti tidak mungkin berubah… ternyata hanya dengan sekejap mata jika Allah sudah bilang “KUN FA YA KUN…” semua terjadi sesaui kehendakNya…
Itulah kuasaNya itulah diriNya… yang selalu ada dan mungkin dengan semua kalimat KUN FA YA KUN…dan itulah judul cerita film yang sampai tuntas di tonton habis olehku.
Ya Allah… Kirim kami dengan sebaik kata milik Mu …”KUN FA YA KUN” bersihkan hati kami, terangkan fikiran kami, sucikan niat kami, mudahkan jalan kami… Kun fa ya kun kan kami dengan semua kebesaran Mu ya Robb…

Subhanalloh Walhamdulillahi Walaillaha ilalloh u Allahu Akbar….
Lahaolawalakuawata Ilabillahil alliyul adzim… Read More..